Jumat, 03 November 2017

Tutorial Membuat ID Card Corel Draw X7


Tutorial Cara Membuat Id Card

Buka Aplikasi Corel Draw Anda, Disini Saya Menggunakan Coreldraw X7



1.    Buat Sebuah Persegi Panjang Dengan Menggunakan Rectangle Tool (F6)
2.    Sesuaikan Ukuran ID Card Yang Ingin Kamu Buat, Disini Saya Menggunakan Ukuran 5x8 Cm.

3.    Ctrl+C Pada  Persegi Panjang Lalu Ctrl+V Jadi Ada Dua Lapiisan Persegi, Lapisan Atas Untuk Membuat Background Nya.
4.    Ctrl+V Lagi Dan Ubah Outline Menjadi Hijau, Ganti Ukuran Menjadi 4.4x7.6 Cm Letakan Di Tengah (P), Garis Hijau Untuk Batas Pemotongan Id Card.
5.    Ctrl+V Lagi Dan Ubah Outline Menjadi Merah, Ganti Ukuran Menjadi 3.600x7.0 Cm, Lalu (P) Otomatis Akan Di Tengah, Garis Merah Batas Penulisan.
Note: Tidak Di Kasih Langkah 4 & 5 Juga Tidak Apapa Tapi Ini Supaya Terlihat Rapi.
6.    Buat Sebuah Bidang/Vektor Sebagai Penghias/Desain, Dengan Menggunakan Pen Toll/Freehand Tool (F5).
Note: Setelah Selesai Bikin Desain Jangan Lupa Hilangkan Outline Agar Terlihat Bagus.

7.    Buat Bidang Persegi Untuk Bingkai Foto.
8.    Klik File Pilih Import Cari Foto Yang Akan Dimasukkan, Import.


9.    Setelah Di Import Jangan Lupa Convert To Bitmaps, Supaya Setelah Di Cetak Gambar Muncul/Tercetak.
Lihat Gambar Dibawah.


10.  Setelah Di Convert Klik Kanan Pada Gamabar, Pilih Powerclip Inside, Lau Masukkan
Ke-Bingkai, Setelah Masuk Klik Kanan Lagi, Pilih Edit Powerclip Lalu Sesuaikan Ukuran Gambar Dengan Bingkai.





11.  Buat Tempat Nama/Kotak Nama.
12.  Kembali Ke Step 3, Yang Lapisan Atas Kita Warna Untuk Background.
13.  Text Tool (F8) Untuk Penullisan Nama Dan Keterangan Lainnya.


14.  Membuat Barcode Pilih Object – Insert Barcode – Masukkan No/Nis, Next – Ok.
Jangan Lupa Convert To Bitmaps, Barcode.

15.  Seleksi Semua, Drag Ke Kiri Sambil Tekan Shift+Ctrl Lalu Klik Kanan, Hilang Kan Semua Kecuali Desain Dan Kotak Outline, Ubah Desain Agar Tidak Sama Dengan Tampilan Depan.
16.  Kasih Keterangan ID Card, Jangan Melebihi Garis Merah.




Terimakasih Sudah Membaca
Tutorial : Cara Membuat ID Card Dengan Corel Draw
Semoga Bisa Bermanfaat.

Minggu, 08 Oktober 2017

Mode Fotografi


Program Mode (P).

 
Di Mode P ini hampir sama seperti memakai mode auto (oleh karena itu mode p ini relatif aman dipakai sebagai mode standar sehari-hari.) di mode ini kita bebas mengatur ISO


Shutter-priority mode (Tv).


Mode ini kebalikan dari mode Av, dimana kita yang menentukan kecepatan shutter  sementara kamera akan mencaraikan nilai bukaan diafragma yang terbaik, mode ini berguna membuat foto yang beku (freeze) atau blur dari bnda yang bergerak



Aperture-priority mode (Av).
Mode ini optimal untuk mengontrol depth of field (DOF) dari suatu foto, dengan cara mengatur nilai bukaan diafragma lensa (sementara kamera akan menentukan nilai shutter yang sesuai .)

Manual Mode (M)
 Di level mode full-manual ini fotograferlah yang bertugas sebagai penentu baik nilai shutter dan aperture, light-meter pada kamera tetap berfungsi, namun tidak digunakan untuk mengatur nilai.

Rabu, 13 September 2017

Pencahayaan Fotografi





RANGKUMAN

Teknik Dasar, pencahayaan/Lighting dalam Fotografi
Ada dua cara pencahayaan pada fotografi yaitu:
1.       Available lighting (ambient)
Available lighting adalah pemotretan dengan memanfaatkan cahaya yang tersedia, baik natural light maupun room light.
2.       Artificial lighting
Artificial lighting adalah pemotretan dengan menggunakan sumbr cahaya yang sengaja ditambahkan seperti penggunaan flash, strobist, studio light, dan alat-alat pendukung lainnya.

Dasar pencahayaan atau lighting fotografi
Ada lima model arah/posisi pencahayaan dalam fotografi baik alami (sinar matahari) maupun dari sumber cahaya buatan (flash).
1.       Oval light : posisi lighting berada di ¾ object, maka yang terjadi adalah sedikit bagian bayangan pda bagian belakang objek.
2.       Side light : posisi lighting tepat disamping objek, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah objek pada sisi yang lain objek yang di foto.
3.       Rim light : posisi berada di bagian belakang dengan sudut ¼ objek, maka yang terjadi adalah bagian depan gelap sehingga akan terjai garis pada objek.
4.       Back light: posisi lighting berada tepat di belakang objek, sehingga bagian depan sepenuhnya gelap namun disisi belakang tercipta garis yang sangat jelas.
5.       Front light : posisi lighting berada tepat di depan objek, sehingga bagian depan akan mendapatkan Chaya yang penuh.
Sifat Dasar Chaya
1.       Cahaya dapat menembus
Cahaya dapat menembus bahan-bahan yang tidak padat seperti kain, kertas kalkir dan kaca, sehingga kualitas kerasnya cahaya dapat dibuat lunak atau soft.
2.       Cahaya dapat di fokuskan
Cahaya dapat kita salurkan kearah mana kita kehendaki, cahaya dapat dikumpulkan dan difokuskan agar kuantitasnya lebih besar lagi.
3.       Cahaya dapat dipantulakan
Cahaya dapat kita belokkan atau kita pantulkan dengan benda yang mempunyai dya pantul yang tinggi seperti cermin, Styrofoam, kertas perak dll yang biasanya kita sebut reflector untuk menyinari bagian-bagian yang gelap.
4.       Cahaya mempunyai warna
Semua sumber cahaya mempunyai warna atau umumnya kita sebut dengan suhu warna, pada pagi dan sore hari akan memberikan warna tone color atau warna yang hangat kekuning-kuningan, maka dari itu pemotretan model outdoor dianjurkan pda saat ini.